Terimakasih ya Allah,
untuk orang-orang baik di sekelilingku,
untuk setiap tegur sapa mereka,
untuk semua kata-kata mereka yang selalu menguatkanku,
untuk mereka yang tak pernah membiarkanku jatuh dan terpuruk.
Terimakasih ya Allah,
untuk saudara-saudara seiman yang selalu membuatku ingat pada-Mu
untuk mereka yang selalu mendoakanku diam-diam,
dalam detik-detik dan menit yang mereka sempatkan,
dan tiap bantuan mereka yang mereka berikan.
Terimakasih ya Allah,
untuk nafas ini,
untuk kesempurnaan fisik ini,
untuk kemudahan-kemudahan yang tiada henti ini.
Terimakasih Ya Allah,
terutama untuk hidayah ini,
untuk kesempatan berdua denganMu di sepertiga malam,
untuk kenikmatan ini,
sehingga Engkau terasa amat sangat dekat...
Terimakasih Ya Allah...
Wednesday, February 10, 2016
Tuesday, February 2, 2016
Wahai Hati Bersabarlah
Wahai hati bersabarlah...
Walau silih berganti kumbang menghampiriku membawa racun dan pedang yang melukai..
Takkan menyurutkan langkahku mencapai ridho Allah dalam pencarianku
Jika menunggumu menjadikanku pribadi yang sabar..
Maka aku akan tetap bersabar menunggu waktu prtemuan yang diridhoi Allah itu tiba...
Wahai hati bersabarlah..
Walau sabar terkadang menyakitkan..
Karena seiring dengan kesabaranlah kita akan mndapatkan kebahagiaan yg hakiki..
Tuhan akan selalu bersama orang yang sabar..
Aku akan menantimu wahai tulang rusuk dengan doa dan kesabaran..
Wahai tulang rusuk ku..
Jagalah hatimu seperti aku yang selalu menjaga hatiku..
Jagalah perilakumu seperti aku yang selalu berusaha menjaga perilakuku..
Jagalah lisan dan keimananmu seperti aku yang berusaha menjaga lisan dan meningkatkan keimananku..
Mungkin saat ini Allah belum mempertemukan kita wahai tulang rusukku..
Karena Allah menginginkan kita untuk memperbaiki diri kita sebelum bertemu..
Janji Allah, tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.. Dan dia akan kembali pd pemiliknya..
Jadi wahai hati...
bersabarlah...
Monday, January 25, 2016
Setidaknya Aku (Pernah) Benar-Benar Mencintaimu Dengan Tulus
Setiap pertemuan
pasti ada perpisahan.
Cepat atau lambat ini akan terjadi pada
siapapun, termasuk aku!
Dan aku sudah mengalaminya sekarang.
Iya...
tentu ada air mata, tentu saja ada semilir duka.
Tapi aku percaya semua
pasti akan terlewati dan kembali baik-baik saja.
Aku hanya manusia biasa
yang punya rasa, yang bisa merasakan lara.
Aku tahu Tuhan
selalu punya rencana baik di balik semua perkara.
Aku tahu Tuhan selalu
memberikan yang terbaik untuk kita semua.
Bukankah Tuhan memberikan
orang-orang yang salah sebelum orang yang tepat?
Mungkin cuma masalah
waktu.
Aku tahu, Tuhan merencanakan sesuatu yang indah untuk hidupku.
mungkin ini yang terbaik (aku menyakinkan diri sendiri).
Aku berharap tidak ada benci atau caci.
Aku telah dewasa, bukankah dewasa berarti siap melepaskan dan merelakan?
Aku akan belajar melepaskan, aku akan belajar merelakan kamu pergi dan tak singgah lagi di hidupku.
Aku akan belajar ikhlas merelakan kamu berada di sampingnya.
Seseorang yang bisa membuatmu lebih nyaman di bandingkan aku, yang mencintaimu walaupun cintanya tak sebesar cintaku.
Ku kira kamu adalah masa depanku, tapi ternyata aku salah.
Aku kecewa pada Tuhan? Entahlah...
Aku hanya bisa berserah, dan dari awal aku sudah berserah kepada-Nya agar aku bisa menerima kenyataan yang begitu pahit untuk aku dengar dan aku rasakan.
Tuhan mungkin tidak mengizinkan, atau memang tidak ada dua hati yang saling berjuang untuk tetap bersatu,
hanya ada satu hati yang tetap berjuang tapi akhirnya merelakan..
Aku sudah berjuang, aku sudah berusaha.
Tapi ternyata usahaku di mata mu ternyata tak pernah berarti apa-apa.
Apakah aku harus menyalahkan diri sendiri?
Yang aku perjuangkan ternyata itulah yang diabaikan.
Aku sudah berusaha, aku sudah berusaha untuk tetap mertahankan, tapi ternyata sia-sia. Sejauh ini aku melangkah tapi ternyata tak berarti apa-apa.
Mencintai seseorang memang tidak membutuhkan alasan,
Tapi aku masih percaya bahwa Tuhan selalu memberikan apa yang kita butuhkan walaupun terkadang kita tidak menginginkan, walaupun bukan yang kita harapkan.
Tuhan berkali-kali memberikan rasa sakit ini agar aku tetap kuat dan bertahan.
Agar aku belajar bersabar..
Agar aku belajar untuk selalu menghargai apa yang aku punya..
Agar aku belajar untuk menyayangi diri sendiri sebelum menyayangi orang lain..
Aku akan masih menyebut namamu di setiap doa yang aku rapalkan, di setiap doa dalam sujudku..
Aku ingin kamu bahagia. Dan aku selalu berharap kamu bahagia dengan pilihanmu.
Tuhan selalu punya rencana..
Setelah hujan selalu ada pelangi.
Setelah luka pasti ada bahagia.
Aku percaya bahagia itu akan datang pada orang yang tepat,
orang yang Tuhan beri untukku..
Setidaknya aku (pernah) benar-benar mencintaimu dengan tulus...
Saturday, December 26, 2015
Seberapa Besar Cintaku

Seberapa besar cintaku
Aku tak kan menjawabnya..
Jika kau tanyakan
seberapa besar rasa sayangku
Aku pun tak kan mampu menjawabnya..
Karena...
Biarlah kau lihat sendiri
betapa aku cinta dan sayang padamu...
sungguh kumencintaimu tulus dari hatiku
Jika aku bisa,
akan ku tulis nama
dan gambar wajahmu
dalam hatiku...
Kau bagaikan cahaya
sebuah lilin yang menerangi hidupku
Ku tak akan pernah peduli..
diriku akan habis terbakar
demi cintamu yang selalu menerangi jiwaku
karena aku begitu tulus menyayangimu
Jika kau tanyakan lagi
Seberapa besar cintaku...
Seberapa besar cintaku...
Saturday, October 24, 2015
Jika Kamu Adalah Sebuah Buku
Jika kamu adalah sebuah buku...
kamu adalah buku favoritku.
Jika kamu adalah sebuah buku...
Aku sudah jatuh cinta kepadamu
sejak halaman pertama.
Tentangmu, aku ingin selalu menyimpannya di tempat paling istimewa,
menceritakan kepada siapa saja, dan tak mungkin meminjamkannya...
Jika kamu adalah sebuah buku...
Aku sudah jatuh cinta kepadamu
sampai semua halaman bisa kuhapal.
Tentangmu, selalu ada saja hal yang membuatku tersenyum,
walau hanya melihat dari kejauhan..
Jika kamu adalah sebuah buku...
Wednesday, September 16, 2015
Kelak Kau Kan Memahami
Kelak kau kan memahami,
Tak selalu yang disuka mendatangi orang tua,
Tak mesti yang ditunggu akhirnya bersatu,
Tak harus yang diinginkan akhirnya menjadi kenyataan.
Karena bisa jadi apa yang kita anggap baik,
belum tentu baik menurutNya.
Justru bisa jadi yang kita anggap biasa,
Tak selalu yang disuka mendatangi orang tua,
Tak mesti yang ditunggu akhirnya bersatu,
Tak harus yang diinginkan akhirnya menjadi kenyataan.
Karena bisa jadi apa yang kita anggap baik,
belum tentu baik menurutNya.
Justru bisa jadi yang kita anggap biasa,
ternyata istimewa di sisiNya.
Tugas kita hanyalah meluruskan niat agar menjauhi maksiat.
Juga menyempurnakan ikhtiar, agar selalu diberikan nikmat.
Soal siapa jodoh terbaik yang akan dianugerahkan, serahkan saja padaNya.
Karena hanya Dia yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hambaNya.
Tugas kita hanyalah meluruskan niat agar menjauhi maksiat.
Juga menyempurnakan ikhtiar, agar selalu diberikan nikmat.
Soal siapa jodoh terbaik yang akan dianugerahkan, serahkan saja padaNya.
Karena hanya Dia yang lebih tahu mana yang terbaik untuk hambaNya.

Saturday, May 23, 2015
Tempat Nongkrong Asik Di PIK
Setelah seharian beraktivitas, Kita tentu ingin mencari tempat nongkrong paling asik untuk menghabiskan waktu sejenak bersama dengan rekan kerja, sahabat, atau orang tersayang. Nah, langkahkan kaki Kamu ke restoran yang berada di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Di tempat nongkrong ini, sering mengadakan promo menarik dan acara live music loh!!!
Dan D'Last Cafe & Resto ini ternyata juga ada websitenya Dlast Cafe & Resto
tempat nongkrong paling asik untuk bersantai dengan berbagai menu minuman dan makanan favorite. Berbagai berbagai biji kopi khas Nusantara, seperti kopi Aceh, Jawa, Borneo, Sulawesi, Bali, dan Sumbawa.
Cafe ini mempunyai konsep dessert cafe & casual dining. Selain itu,restaurant ini juga hadir dengan konsep dessert bar.
Hanya di Cafe ini Kamu dapat menikmati hidangan ala Indonesia dan Western dengan kualitas makanan yang sangat baik dengan suasana yang nyaman.
Dan tidak hanya itu…
Di tempat nongkrong paling asik Kamu akan dimanjakan dengan manisnya ice cream khas restaurantan ini Terdapat menu Three Magnum ice cream yang disajikan pada gelas besar dipenuhi dengan pistachio dilapisistrawberry, almond, vanilla, dan dark cokelat truffle stick, dilengkapi dengan fruits, brownies, nuts, serta disiram dengan milk chocolate.
Restaurant ini sangat bagus di malam hari untuk menghabiskan waktu bersama kesayangan dan dapat melihat pemandangan kota pada sore dan malam hari dari rooftop garden Kami.
Di restaurant ini Gue memesan minuman
Healthy Water (Red Gloss) dengan harga yang dibilang sesuai dengan kantong yaitu 25ribu.

dan makanan Steak ala D'last cafe & resto. rasanya jussy dengan harga yang saya bilang bisa bersaing dengan restaurant yang lain yaitu 70rb. oh iya untuk pendampingnya saya memilih kentang goreng. mereka ada mashed potato, dan nasi untuk pendampingnya.

overall, saya nilai restaurant ini bernilai 8.. jadi mungkin jika ada yang mau ke D'Last Cafe & Resto bisa di cek di website berikut Dlast Cafe & Resto atau lihat iklannya di youtube D'Last Cafe & Resto Ads :)
Dan D'Last Cafe & Resto ini ternyata juga ada websitenya Dlast Cafe & Resto
tempat nongkrong paling asik untuk bersantai dengan berbagai menu minuman dan makanan favorite. Berbagai berbagai biji kopi khas Nusantara, seperti kopi Aceh, Jawa, Borneo, Sulawesi, Bali, dan Sumbawa.
Cafe ini mempunyai konsep dessert cafe & casual dining. Selain itu,restaurant ini juga hadir dengan konsep dessert bar.
Hanya di Cafe ini Kamu dapat menikmati hidangan ala Indonesia dan Western dengan kualitas makanan yang sangat baik dengan suasana yang nyaman.
Dan tidak hanya itu…
Di tempat nongkrong paling asik Kamu akan dimanjakan dengan manisnya ice cream khas restaurantan ini Terdapat menu Three Magnum ice cream yang disajikan pada gelas besar dipenuhi dengan pistachio dilapisistrawberry, almond, vanilla, dan dark cokelat truffle stick, dilengkapi dengan fruits, brownies, nuts, serta disiram dengan milk chocolate.
Restaurant ini sangat bagus di malam hari untuk menghabiskan waktu bersama kesayangan dan dapat melihat pemandangan kota pada sore dan malam hari dari rooftop garden Kami.
Di restaurant ini Gue memesan minuman
Healthy Water (Red Gloss) dengan harga yang dibilang sesuai dengan kantong yaitu 25ribu.
dan makanan Steak ala D'last cafe & resto. rasanya jussy dengan harga yang saya bilang bisa bersaing dengan restaurant yang lain yaitu 70rb. oh iya untuk pendampingnya saya memilih kentang goreng. mereka ada mashed potato, dan nasi untuk pendampingnya.
overall, saya nilai restaurant ini bernilai 8.. jadi mungkin jika ada yang mau ke D'Last Cafe & Resto bisa di cek di website berikut Dlast Cafe & Resto atau lihat iklannya di youtube D'Last Cafe & Resto Ads :)
Wednesday, May 20, 2015
Jika Aku Jatuh Cinta
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Ya Allah, jika aku rindu
rindukanlah aku pada seseorang
yang merestui untuk berjuang di jalan-Mu
Ya Allah, jika aku rindu
jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir
Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu
Maka, ya Allah..
jika aku jatuh cinta
jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari cintaku pada-Mu
Sunday, April 5, 2015
Selamat Tinggal, Bintang Malamku...
Selamat tinggal, bintang malamku...
Sinarmu telah habis untukku
Aku tak bisa memaksamu
untuk tetap terangi dan tunjukkan jalan untukku
Seperti dahulu kala
Selamat tinggal, bintang malamku...
Sinarmu telah habis untukku
Aku tak bisa memaksamu
untuk tetap terangi dan tunjukkan jalan untukku
Seperti dahulu kala
Selamat tinggal, bintang malamku...
Aku bisa berjalan menyusuri jalan ini sendiri sepeninggalmu
Hari memang masih malam
Tapi bukankah pagi pasti akan datang?
Selamat tinggal, bintang malamku...
Hari memang masih malam
Tapi bukankah pagi pasti akan datang?
Selamat tinggal, bintang malamku...
Mungkin Aku tak tahu akankah mentari bersinar
atau mendung yang menyelimuti pagiku esok
Tapi bukankah mendung pasti akan sirna?
Selamat tinggal, bintang malamku...
pergilah untuk terangi sudut gelap yang lain
Selamat tinggal, bintang malamku...
pergilah untuk terangi sudut gelap yang lain
Di sini aku terus menanti mentari
yang lebih terang dari sekedar sinarmu
yang lebih terang dari sekedar sinarmu
Monday, March 30, 2015
Permohonan Terakhir
Kamu...
Telah membuat aku berada dibatas kemampuanku.
Telah membuat aku berada dibatas kesadaranku.
Telah membuat aku berada dibatas kewarasanku.
Kenyataan hidup tak seperti yang kumau.
Membuat lelah diri ini.
Memikirkan hal yang tak pernah terjadi.
Aku terlalu munafik.
Aku terlalu kecewa.
Aku terlalu mengeluh.
Tapi..
Bukankah hidup bisa lebih baik?
Bukankah hidup bisa lebih sempurna?
Tapi yang ku dapat sangat jauh dari kesempurnaan!
Begitu jauh dari apa yang kubayangkan!
Inginku layaknya manusia lain,
Tak pernah kecewa dan hanya bahagia.
Tapi apa pantas aku bicara begitu?
Sementara banyak orang yang kecewa atas perbuatanku!
Aku...
Hanya ingin memiliki dirimu.
Hanya ingin rasa sayangmu.
Hanya ingin mencintaimu.
Aku mohon untuk terakhir kalinya...
Telah membuat aku berada dibatas kemampuanku.
Telah membuat aku berada dibatas kesadaranku.
Telah membuat aku berada dibatas kewarasanku.
Kenyataan hidup tak seperti yang kumau.
Membuat lelah diri ini.
Memikirkan hal yang tak pernah terjadi.
Aku terlalu munafik.
Aku terlalu kecewa.
Aku terlalu mengeluh.
Tapi..
Bukankah hidup bisa lebih baik?
Bukankah hidup bisa lebih sempurna?
Tapi yang ku dapat sangat jauh dari kesempurnaan!
Begitu jauh dari apa yang kubayangkan!
Inginku layaknya manusia lain,
Tak pernah kecewa dan hanya bahagia.
Tapi apa pantas aku bicara begitu?
Sementara banyak orang yang kecewa atas perbuatanku!
Aku...
Hanya ingin memiliki dirimu.
Hanya ingin rasa sayangmu.
Hanya ingin mencintaimu.
Aku mohon untuk terakhir kalinya...
Buat aku selalu dihatimu.
Buat aku selalu mengenangmu.
Buat aku selalu disisimu.
Setia hingga hidupku berakhir.
Buat aku selalu mengenangmu.
Buat aku selalu disisimu.
Setia hingga hidupku berakhir.
Saturday, March 21, 2015
Menemukanmu
Menemukanmu...
Menemukanmu adalah seperti menemukan angka di saat aku berenang di dalam lautan abjad.
Menemukanmu adalah seperti bermain di pantai. Aku mencari kerang dan mutiara di sepanjang pasir putih, namun kamu adalah setangkai mawar merah yang tiba-tiba tumbuh di sana.
Menemukanmu adalah sebuah perjalanan berhenti menerka, karena takdir Tuhan terlalu indah untuk diterka. Sekalipun untuk aku yang terlalu banyak menerka.
Menemukanmu...
Menemukanmu...
Menemukanmu adalah sebuah definisi bahagia yang begitu sederhana.
Menemukanmu adalah keyakinan begitu saja tanpa terlalu banyak syarat.
Menemukanmu adalah seperti perjalanan Hajar mencari air zam-zam, berlari dulu dari bukit Shofa ke Marwah hingga tujuh kali, namun ia ternyata ada begitu dekat.
Menemukanmu adalah soal percaya kepastian janji Tuhan, karena menemukanmu barangkali adalah penantian hati yang telah rela pada apapun yang diberikan Tuhan.
Menemukanmu...
Menemukanmu adalah sebuah takdir, yang takkan mungkin bisa dihindari.
Menemukanmu adalah layaknya merpati yang pulang ke rumah, sejauh apapun terbang mengelilingi angkasa namun tetap kembali pada tempat ternyamannya.
Menemukanmu adalah jawaban atas doa yang selalu kuucapkan dalam sepertiga malam yang akhir, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk ciptaanNya.
Tuesday, February 10, 2015
Waktu
Waktu..
Jika saat itu telah tiba
Kuharap hatimu kan mengerti betapa luasnya ruang yang kusediakan
Untuk kau bermain dan menari
Serta senyuman mu yang membuatku lupa akan waktuku yang sempit
Aku lupa bahwa aku tak punya banyak waktu lagi
Waktu..
Aku mohon padamu
Berilah aku satu detik berharga untuk bisa menemaninya
Satu detik saja aku bisa melukis senyum di bibirnya
Satu detik saja aku sanggup menyejukkan hatinya
Satu detik saja aku bisa meninggalkan warna kebahagiaan dalam mimpinya
Aku mohon satu detik saja
Waktu..
Jika pisau mampu merobek kulitku
Aku pasti tak merasakan sakitnya
Jika api mampu menghanguskan seluruh tubuhku
Aku pasti tak merasakan panasnya
Jika kutub utara mampu membekukan gerakku
Aku pasti tak merasakan dinginya
Itu semua karena aku menghabiskan sisa waktu ku dengannya
Waktu..
Berikan aku satu detik itu
Hanya satu detik
Kumohon hanya satu detik saja
Karena satu detik begitu berharga bila bersama denganmu..
Jika saat itu telah tiba
Kuharap hatimu kan mengerti betapa luasnya ruang yang kusediakan
Untuk kau bermain dan menari
Serta senyuman mu yang membuatku lupa akan waktuku yang sempit
Aku lupa bahwa aku tak punya banyak waktu lagi
Waktu..
Aku mohon padamu
Berilah aku satu detik berharga untuk bisa menemaninya
Satu detik saja aku bisa melukis senyum di bibirnya
Satu detik saja aku sanggup menyejukkan hatinya
Satu detik saja aku bisa meninggalkan warna kebahagiaan dalam mimpinya
Aku mohon satu detik saja
Waktu..
Jika pisau mampu merobek kulitku
Aku pasti tak merasakan sakitnya
Jika api mampu menghanguskan seluruh tubuhku
Aku pasti tak merasakan panasnya
Jika kutub utara mampu membekukan gerakku
Aku pasti tak merasakan dinginya
Itu semua karena aku menghabiskan sisa waktu ku dengannya
Waktu..
Berikan aku satu detik itu
Hanya satu detik
Kumohon hanya satu detik saja
Karena satu detik begitu berharga bila bersama denganmu..
Friday, January 30, 2015
Maafkan Karena Aku Sudah Lupa
Teruntuk:
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari raga,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bahwa aku pernah selalu memikirkanmu,
Seperti rindu yang begitu candu.
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari angan,
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari hati,
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari raga,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bahwa aku pernah selalu memikirkanmu,
Seperti rindu yang begitu candu.
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari pikiran,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bagaimana memanggil namamu semesra dulu.
Saat aku selalu menyediakan waktuku untukmu.
Bagaimana memanggil namamu semesra dulu.
Saat aku selalu menyediakan waktuku untukmu.
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari angan,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bagaimana kamu telah ada dalam setiap hariku,
Seperti rintik hujan yang selalu membawa angin.
Bagaimana kamu telah ada dalam setiap hariku,
Seperti rintik hujan yang selalu membawa angin.
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari hati,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bahwa aku pernah mencintaimu begitu besarnya.
Bahwa aku pernah mencintaimu begitu besarnya.
Namun ada yang tidak aku lupa.
: Menuliskan puisi patah hati, agar ada yang tidak pernah mati.
: Menuliskan puisi patah hati, agar ada yang tidak pernah mati.
Monday, December 1, 2014
Bahagia Itu Sederhana
Bahagia itu sederhana.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana saat ada seseorang yang berjuang di luar sana, demi untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.
Sesederhana ketika kamu membuka mata dari tidurmu, dan menyadari bahwa kamu masih hidup.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika kamu bertemu orang yang dicintai, dan melihatnya tersenyum dan tertawa lepas.
Sesederhana saat ada seseorang yang berjuang di luar sana, demi untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika kamu menemukan seseorang yang selalu mengerti bagaimana keadaanmu dan dengan segala kekuranganmu.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika kamu dapat bersama dan menghabiskan harimu dengan seseorang yang kamu cintai.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika kamu menemukan cahaya di tengah kegelapan.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika kamu akhirnya bertemu dengan dia yang selalu kamu rindukan.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana ketika aku akhirnya menemukan sumber kebahagiaanku; Kamu.

Monday, November 24, 2014
Masih Tentang Kamu
Hai, ini semua tentang kamu. Ya, Kamu. Masih kamu.
Kamu yang waktu itu bertemu denganku setahun lalu
Kamu yang bertemu denganku di bulan-bulan selanjutnya
Kamu yang waktu itu bertemu denganku setahun lalu
Kamu yang bertemu denganku di bulan-bulan selanjutnya
Kamu yang selalu tertawa lepas
Kamu yang terkadang diam karena kesal dan marah
Kamu yang masih ada di sini. Di hati. Di pikiran. Dan di dalam doaku.
Dan ini semua masih tentang kamu, yang selalu di hati.
Halo, ini semua tentang kamu. Masih kamu.
Dan aku hanya ingin bilang, aku sayang padamu. Selalu.
Kamu yang terkadang diam karena kesal dan marah
Kamu yang masih ada di sini. Di hati. Di pikiran. Dan di dalam doaku.
Dan ini semua masih tentang kamu, yang selalu di hati.
Halo, ini semua tentang kamu. Masih kamu.
Dan aku hanya ingin bilang, aku sayang padamu. Selalu.

Sunday, October 26, 2014
Aku Terlalu Khawatir Terhadapmu
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu tersenyum lebar dibanding aku. Khawatir jika ada orang lain yang bisa membuatmu tertawa hingga terpingkal-pingkal selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang lebih perhatian dibanding aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu menjatuhkan cintamu lebih telak dibanding aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu merindu sangat dalam selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu bertanya “kamu serius sama aku?” selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang yang menyakitimu. Khawatir jika ada orang yang membuat pipimu basah karena air yang tumpah dari kedua matamu. Khawatir jika ada orang yang membuat senyummu libur untuk beberapa waktu.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang membuat senjamu lebih merah selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang membuat hujan-hujanmu lebih basah selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat malam-malammu lebih terang selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang membuat pagi-pagimu lebih merdu selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat sarapanmu lebih menagih selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu terjaga saat menyebrangi simpang selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat ponselmu lebih berisik selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mengganggumu saat jam istirahat selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu menjadi imammu saat beribadah selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu resah menunggu selain aku. Khawatir jika kamu bersandar di bahu orang lain selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mendengar jerit hatimu lebih khusuk selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mengisi lorong-lorong hatimu selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat memori otakmu penuh selain aku. Khawatir jika ada refleksi orang lain yang ada di kelopak matamu selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Demi Tuhan, aku khawatir. Aku terlalu khawatir terhadapmu, terlalu khawatir jika ada orang lain yang kau sebut namanya sebelum kau mengucap “Aamiin” dalam doamu selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu menjatuhkan cintamu lebih telak dibanding aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu merindu sangat dalam selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu bertanya “kamu serius sama aku?” selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang yang menyakitimu. Khawatir jika ada orang yang membuat pipimu basah karena air yang tumpah dari kedua matamu. Khawatir jika ada orang yang membuat senyummu libur untuk beberapa waktu.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang membuat senjamu lebih merah selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang membuat hujan-hujanmu lebih basah selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat malam-malammu lebih terang selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang membuat pagi-pagimu lebih merdu selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat sarapanmu lebih menagih selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu terjaga saat menyebrangi simpang selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat ponselmu lebih berisik selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mengganggumu saat jam istirahat selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu menjadi imammu saat beribadah selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuatmu resah menunggu selain aku. Khawatir jika kamu bersandar di bahu orang lain selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mendengar jerit hatimu lebih khusuk selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Khawatir jika ada orang lain yang mampu mengisi lorong-lorong hatimu selain aku. Khawatir jika ada orang lain yang mampu membuat memori otakmu penuh selain aku. Khawatir jika ada refleksi orang lain yang ada di kelopak matamu selain aku.
Aku terlalu khawatir terhadapmu. Demi Tuhan, aku khawatir. Aku terlalu khawatir terhadapmu, terlalu khawatir jika ada orang lain yang kau sebut namanya sebelum kau mengucap “Aamiin” dalam doamu selain aku.
Sunday, September 7, 2014
Kepada Sang Pembolak-balikan Isi Hati

Tuhanku,
Sujud syukur kepadaMu yang masih memberiku nafas sampai hari ini. Sujud syukur kepadaMu atas segala kebahagian dan kesedihan sehingga aku dapat merasakan betapa nikmatnya hidup yang Kau berikan Tuhan.Tuhanku,
Kau pasti lebih mengenal aku daripada diriku sendiri, Kau pasti tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini. Engkau pun pasti tahu kalau aku sedang mengagumi sesosok mahkluk ciptaanMu.
Tuhanku..
Entah kenapa aku selalu bahagia tiap aku bertemu mahluk ciptaanMu itu, aku bahagia tiap lihat senyumnya kepadaku saat kami berpapasan, aku bahagia saat dengar suara beratnya menyapaku.
Tuhanku,
Perasaan apa yang Kau anugerahkan kepadaku ini? Apakah ini yang disebut jatuh cinta, Tuhan?
Tuhanku,
Apakah jatuh cinta itu dosa? Saat aku selalu memikirkan mahkluk ciptaanMu itu yang belum sah menjadi pendampingku. Apakah jatuh cinta itu dosa? Saat aku merindukan dia yang selalu membayangi isi kepala dan berada di dalam hati.
Tuhanku,
Jika jatuh cinta itu dosa, jadikan dan ridhoilah mahkluk ciptaanMu itu sebagai jodohku agar aku tidak terjebak dalam murkaMu. Jika jatuh cinta itu dosa, balikkanlah hatiku hanya kepada ketetapanMu karena hanya Engkaulah yang mampu membolak-balikan isi hati mahluk ciptaan-Mu.
Tuhanku,
Jika benar aku jatuh cinta, aku tak ingin cintaku kepada mahkluk ciptaanMu itu melebihi cintaku kepadaMu. Jika benar aku jatuh cinta, aku ingin memiliki mahkluk ciptaanMu itu atas restuMu. Jika benar aku jatuh cinta, semoga ini bukanlah cinta sesaat dan selalu berada dalam naunganMu.
Jika jatuh cinta itu dosa, jadikan dan ridhoilah mahkluk ciptaanMu itu sebagai jodohku agar aku tidak terjebak dalam murkaMu. Jika jatuh cinta itu dosa, balikkanlah hatiku hanya kepada ketetapanMu karena hanya Engkaulah yang mampu membolak-balikan isi hati mahluk ciptaan-Mu.
Tuhanku,
Jika benar aku jatuh cinta, aku tak ingin cintaku kepada mahkluk ciptaanMu itu melebihi cintaku kepadaMu. Jika benar aku jatuh cinta, aku ingin memiliki mahkluk ciptaanMu itu atas restuMu. Jika benar aku jatuh cinta, semoga ini bukanlah cinta sesaat dan selalu berada dalam naunganMu.
Friday, June 13, 2014
Melangkah Jauh
Tahukah kalian, rasanya jatuh cinta?
Begitu bahagia dan gembira
Tapi, bagaimana jika jatuh cinta dengan orang yang salah?
Senangkah?
Sakitkah?
Dan itulah yang kurasakan
Aku mencintai seseorang yang salah
Seseorang yang telah mempunyai pujaan hatinya
Seseorang yang bahkan tak melihatku
Penggemar rahasianya
Lalu apa yang harus kulakukan?
Berusaha? Aku sudah berusaha
Tapi dia terlalu enggan untuk mengetahui keberadaanku
Sakitkah?
Tentu saja, setiap kali aku dekat dengannya, aku mendapat senyumnya
Dunia terasa berpihak kepadaku
Kemudian dia hancurkan harapan tinggiku saat dia menyebut nama orang lain yang bahkan tak kukenal
Lalu, apa yang harus kulakukan
Menangis? Bersedih?
Ataukah aku harus teriak dihadapannya dan mengatakan aku menyukainya.
Tentu saja yang terakhir tak akan kulakukan
Aku hanya berpikir
Sampai kapan aku akan memikirkannya
Menyukainya
Menggilainya
Begitu bahagia dan gembira
Tapi, bagaimana jika jatuh cinta dengan orang yang salah?
Senangkah?
Sakitkah?
Dan itulah yang kurasakan
Aku mencintai seseorang yang salah
Seseorang yang telah mempunyai pujaan hatinya
Seseorang yang bahkan tak melihatku
Penggemar rahasianya
Lalu apa yang harus kulakukan?
Berusaha? Aku sudah berusaha
Tapi dia terlalu enggan untuk mengetahui keberadaanku
Sakitkah?
Tentu saja, setiap kali aku dekat dengannya, aku mendapat senyumnya
Dunia terasa berpihak kepadaku
Kemudian dia hancurkan harapan tinggiku saat dia menyebut nama orang lain yang bahkan tak kukenal
Lalu, apa yang harus kulakukan
Menangis? Bersedih?
Ataukah aku harus teriak dihadapannya dan mengatakan aku menyukainya.
Tentu saja yang terakhir tak akan kulakukan
Aku hanya berpikir
Sampai kapan aku akan memikirkannya
Menyukainya
Menggilainya
Mencintainya
Dan akhirnya kembali disakiti olehnya
Aku lelah
Aku terlalu lelah untuk mengulang semuanya
Lebih baik aku menyerah
Dan memilih menjadi pengecut dari pada terus disakitinya
Dan akhirnya aku harus berpaling
Melupakannya
Senyumannya
Dan segalanya tentang dia
Meski itu sungguh sulit
Aku akan berusaha
Untuk aku dan dia
Karena kita tak mungkin bersama
Terimakasih atas segala kenangannya
Kini, aku akan melangkah jauh darinya..
Dan akhirnya kembali disakiti olehnya
Aku lelah
Aku terlalu lelah untuk mengulang semuanya
Lebih baik aku menyerah
Dan memilih menjadi pengecut dari pada terus disakitinya
Dan akhirnya aku harus berpaling
Melupakannya
Senyumannya
Dan segalanya tentang dia
Meski itu sungguh sulit
Aku akan berusaha
Untuk aku dan dia
Karena kita tak mungkin bersama
Terimakasih atas segala kenangannya
Kini, aku akan melangkah jauh darinya..

Friday, May 23, 2014
Dear Otak dan Hati
Dear otak dan hati,
Semoga ketika membaca surat ini, kalian sudah berbaikan. Selalu kan, kalau sudah masalah cinta pasti berseteru. Yang satu mau begini, yang lain mau begitu. Bikin aku panas dingin tidak menentu.
Inilah kenapa surat ini untuk kalian berdua, bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Supaya dibaca berdampingan, atau sebelah-sebelahan.
Begini ya, singkat saja. Aku mau bilang: aku cinta kalian, sebagai pasangan yang bekerja berbarengan. Kadang, otak, aku pilih logika dan realita. Dan kadang, hati, aku pilih perasaan dan asmara. Manapun pilihanku di satu waktu adalah tanggung jawabku, menentukan langkah sebagai individu untuk masa depan sendiri maupun berdua bersama dia yang nantinya akan jadi pendamping hidupku yang kuharap untuk selama-lamanya. Jadi kalian jangan saling menyalahkan kalau satu dua kali aku tersandung karena salah menentukan pilihan. Karena itupun buatku jadi bahan pelajaran supaya (semoga) lebih baik ke depan.
Otak, teruslah mengkalkulasi untung rugi dan menimbang keadaan. Lihatlah permasalahan dari dua sisi, dan jadilah sejujurnya juri. Lalu bukalah mataku untuk melihat kenyataan.
Hati, teruslah menggali sedalamnya perasaan dan siapkanlah sebanyaknya persediaan maaf. Besarkanlah dirimu supaya tak akan habis dibagi-bagi. Lalu lapangkanlah dadaku untuk terus memberi kasih sayang.
Sekian.
Aku sayang kalian
Semoga ketika membaca surat ini, kalian sudah berbaikan. Selalu kan, kalau sudah masalah cinta pasti berseteru. Yang satu mau begini, yang lain mau begitu. Bikin aku panas dingin tidak menentu.
Inilah kenapa surat ini untuk kalian berdua, bersama-sama, bukan sendiri-sendiri. Supaya dibaca berdampingan, atau sebelah-sebelahan.
Begini ya, singkat saja. Aku mau bilang: aku cinta kalian, sebagai pasangan yang bekerja berbarengan. Kadang, otak, aku pilih logika dan realita. Dan kadang, hati, aku pilih perasaan dan asmara. Manapun pilihanku di satu waktu adalah tanggung jawabku, menentukan langkah sebagai individu untuk masa depan sendiri maupun berdua bersama dia yang nantinya akan jadi pendamping hidupku yang kuharap untuk selama-lamanya. Jadi kalian jangan saling menyalahkan kalau satu dua kali aku tersandung karena salah menentukan pilihan. Karena itupun buatku jadi bahan pelajaran supaya (semoga) lebih baik ke depan.
Otak, teruslah mengkalkulasi untung rugi dan menimbang keadaan. Lihatlah permasalahan dari dua sisi, dan jadilah sejujurnya juri. Lalu bukalah mataku untuk melihat kenyataan.
Hati, teruslah menggali sedalamnya perasaan dan siapkanlah sebanyaknya persediaan maaf. Besarkanlah dirimu supaya tak akan habis dibagi-bagi. Lalu lapangkanlah dadaku untuk terus memberi kasih sayang.
Sekian.
Aku sayang kalian
Saturday, March 8, 2014
(Masih) Kata Rindu Untukmu

Hai, bagaimana kabarmu di sana? Aku disini menderita. Aku rindu. Aku gila. Aku mau kau. Disini menemani aku. Menemani hariku yang kian sepi. Ah, apalah ini.
Aku harap kamu baik baik saja. Tetap jalani hidup seperti biasa. Tanpa tahu aku menderita melihat kamu bahagia di sana. Aku tidak akan mengingat apalagi bercerita tentang masalalu kita. Aku akan menyimpannya di salah satu kotak memoriku.
Iya aku tahu. Seharusnya ini adalah surat cinta. Surat yang menyentuh hati karena bahagiaku memikirkan kamu. Bukan rintihan hati ataupun kecewa diri. Bahkan menulis untuk membuatmu tersenyum pun aku tak sanggup.
Akhirnya selama aku berkutat dengan kata, hati dan logika, aku tahu bahwa kamu dan aku itu terlalu berbeda. Sekeras apapun aku berusaha untuk menjadi sama, saat itulah aku tersadar bahwa kita memang jauh dan sangat jauh berbeda.
Mungkin maksudku untuk menulis surat cinta ini adalah aku ingin kamu bisa berbahagia dengannya, tanpa menoleh masa lalu. Dan jangan pernah sekalipun untuk memikirkan untuk memutar balik waktu. Karena aku tahu itu hanya membuat hati terluka.
Dan akhirnya, sampailah aku pada akhir surat ini. Aku tak bisa menulis apa-apa lagi selain aku mau kamu bahagia dengan atau tanpa aku disampingku .Dan yang terpenting, anggaplah ini surat biasa.
Dariku, yang selalu mencintaimu.
Subscribe to:
Posts (Atom)





