Wednesday, May 20, 2015

Jika Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu
agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu


Ya Allah, jika aku jatuh cinta
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu


Ya Allah, jika aku jatuh hati
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu


Ya Allah, jika aku rindu
rindukanlah aku pada seseorang
yang merestui untuk berjuang di jalan-Mu


Ya Allah, jika aku rindu
jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu


Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhir


Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu


Maka, ya Allah..
jika aku jatuh cinta
jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari cintaku pada-Mu


Sunday, April 5, 2015

Selamat Tinggal, Bintang Malamku...

Selamat tinggal, bintang malamku...
Sinarmu telah habis untukku
Aku tak bisa memaksamu
untuk tetap terangi dan tunjukkan jalan untukku
Seperti dahulu kala

Selamat tinggal, bintang malamku...

Aku bisa berjalan menyusuri jalan ini sendiri sepeninggalmu
Hari memang masih malam
Tapi bukankah pagi pasti akan datang?

Selamat tinggal, bintang malamku...
Mungkin Aku tak tahu akankah mentari bersinar 
atau mendung yang menyelimuti pagiku esok
Tapi bukankah mendung pasti akan sirna?

Selamat tinggal, bintang malamku...
pergilah untuk terangi sudut gelap yang lain 
Di sini aku terus menanti mentari
yang lebih terang dari sekedar sinarmu


Monday, March 30, 2015

Permohonan Terakhir

Kamu...
Telah membuat aku berada dibatas kemampuanku.
Telah membuat aku berada dibatas 
kesadaranku.
Telah membuat aku berada dibatas 
kewarasanku.

Kenyataan hidup tak seperti yang kumau.
Membuat lelah diri ini.
Memikirkan hal yang tak pernah terjadi.

Aku terlalu munafik.
Aku terlalu kecewa.
Aku terlalu mengeluh.

Tapi..
Bukankah hidup bisa lebih baik?
Bukankah hidup bisa lebih sempurna?
Tapi yang ku dapat sangat jauh dari kesempurnaan!
Begitu jauh dari apa yang kubayangkan!

Inginku layaknya manusia lain,
Tak pernah kecewa dan hanya bahagia.
Tapi apa pantas aku bicara begitu?
Sementara banyak orang yang kecewa atas perbuatanku!

Aku...
Hanya ingin memiliki dirimu.
Hanya ingin rasa sayangmu.
Hanya ingin mencintaimu.

Aku mohon untuk terakhir kalinya...
Buat aku selalu dihatimu.
Buat aku selalu mengenangmu.
Buat aku selalu disisimu.
Setia hingga hidupku berakhir.

Saturday, March 21, 2015

Menemukanmu

Menemukanmu...
Menemukanmu adalah seperti menemukan angka di saat aku berenang di dalam lautan abjad.  

Menemukanmu adalah seperti bermain di pantai. Aku mencari kerang dan mutiara di sepanjang pasir putih, namun kamu adalah setangkai mawar merah yang tiba-tiba tumbuh di sana. 

Menemukanmu adalah sebuah perjalanan berhenti menerka, karena takdir Tuhan terlalu indah untuk diterka. Sekalipun untuk aku yang terlalu banyak menerka.

Menemukanmu...

Menemukanmu adalah sebuah definisi bahagia yang begitu sederhana. 

Menemukanmu adalah keyakinan begitu saja tanpa terlalu banyak syarat. 

Menemukanmu adalah seperti perjalanan Hajar mencari air zam-zam, berlari dulu dari bukit Shofa ke Marwah hingga tujuh kali, namun ia ternyata ada begitu dekat. 

Menemukanmu adalah soal percaya kepastian janji Tuhan, karena menemukanmu barangkali adalah penantian hati yang telah rela pada apapun yang diberikan Tuhan.

Menemukanmu...

Menemukanmu adalah sebuah takdir, yang takkan mungkin bisa dihindari.

Menemukanmu adalah layaknya merpati yang pulang ke rumah, sejauh apapun terbang mengelilingi angkasa namun tetap kembali pada tempat ternyamannya.

Menemukanmu adalah jawaban atas doa yang selalu kuucapkan dalam sepertiga malam yang akhir, karena Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk ciptaanNya.


Tuesday, February 10, 2015

Waktu

Waktu..
Jika saat itu telah tiba
Kuharap hatimu kan mengerti betapa luasnya ruang yang kusediakan
Untuk kau bermain dan menari
Serta senyuman mu yang membuatku lupa akan waktuku yang sempit
Aku lupa bahwa aku tak punya banyak waktu lagi

Waktu..
Aku mohon padamu
Berilah aku satu detik berharga untuk bisa menemaninya
Satu detik saja aku bisa melukis senyum di bibirnya
Satu detik saja aku sanggup menyejukkan hatinya
Satu detik saja aku bisa meninggalkan warna kebahagiaan dalam mimpinya
Aku mohon satu detik saja

Waktu..
Jika pisau mampu merobek kulitku
Aku pasti tak merasakan sakitnya
Jika api mampu menghanguskan seluruh tubuhku
Aku pasti tak merasakan panasnya
Jika kutub utara mampu membekukan gerakku
Aku pasti tak merasakan dinginya
Itu semua karena aku menghabiskan sisa waktu ku dengannya

Waktu..
Berikan aku satu detik itu
Hanya satu detik
Kumohon hanya satu detik saja
Karena satu detik begitu berharga bila bersama denganmu.. 




Friday, January 30, 2015

Maafkan Karena Aku Sudah Lupa

Teruntuk:
yang terlanjur sudah menjadi jauh dari raga,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bahwa aku pernah selalu memikirkanmu,
Seperti rindu yang begitu candu.


yang terlanjur sudah menjadi jauh dari pikiran,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bagaimana memanggil namamu semesra dulu.
Saat aku selalu menyediakan waktuku untukmu.

yang terlanjur sudah menjadi jauh dari angan,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bagaimana kamu telah ada dalam setiap hariku,
Seperti rintik hujan yang selalu membawa angin.

yang terlanjur sudah menjadi jauh dari hati,
Maafkan karena aku sudah lupa.
Bahwa aku pernah mencintaimu begitu besarnya.
Namun ada yang tidak aku lupa.
: Menuliskan puisi patah hati, agar ada yang tidak pernah mati.


Monday, December 1, 2014

Bahagia Itu Sederhana

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu membuka mata dari tidurmu, dan menyadari bahwa kamu masih hidup.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu bertemu orang yang dicintai, dan melihatnya tersenyum dan tertawa lepas.


Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat ada seseorang yang berjuang di luar sana, demi untuk menjadi bagian terpenting dalam hidupmu.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu menemukan seseorang yang selalu mengerti bagaimana keadaanmu dan dengan segala kekuranganmu.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu dapat bersama dan menghabiskan harimu dengan seseorang yang kamu cintai.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu menemukan cahaya di tengah kegelapan.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana ketika kamu akhirnya bertemu dengan dia yang selalu kamu rindukan.

Bahagia itu sederhana. 

Sesederhana ketika aku akhirnya menemukan sumber kebahagiaanku; Kamu.